Hikmah Jumatan 04/12/09

•December 9, 2009 • 1 Comment

Khutbah Jum’at kemarin termasuk salah satu yang berkesan gan. But, eniwei emang sudah lama saya tidak menulis di blog ini. Maklum siang kerja malam kuliah, aktivitas yang kadang kadang monoton menurut saya.
Back to topic, khatib kemarin menyinggung masalah kontroversi UNAS yg sedang hot. Tp sebelumnya ane singgung dulu mengenai hal yang pertama. Yaitu ttg khatib yg pernah menanyakan pada salah satu mahasiswanya,”Berapa kali rakaat dalam sholat anda melakukannya tiap hari?”
Dia jawab,”17 rakaat pak”, gak lebih gak kurang?, “nggak pak”. Never mind. Terus si khatib menganalogikan masalah ini dengan halnya IPK. Memang sih, ketika tiap hari sholat 17 rakaat itu sudah dianggap “lulus” kewajiban sholat tiap harinya.
Nah ketika IPK seorang mahasiswa 2 koma sekian pun udah bisa lulus juga dari kampus. Tapi apakah ada perusahaan yang akan menerimanya secara mudah dengan jumlah IPK 2 koma sekian itu, impossible kan. Mungkin juga harus dengan pertimbangan berkali kali perusahaan tersebut menerimanya.
Ya, ALLAH SWT pemilik surga (perusahaan-red) juga. Sholat anda baru 17rakaat tiap harinya, tapi mungkin ALLAH sebagai pemilik “perusahaan” juga akan menimbang nimbang lagi, apakah anda bisa masuk ke perusahaannya atau tidak. Hmmmm…perbandingan yang bagus juga menurut saya. Well, mulailah dari sekarang untuk ber-rakaat lebih tiap hari, saya mengajak anda dan diri saya sendiri tentunya.
Masalah kedua, tentang UNAS yang masih kontroversi. Beliau bilang kehidupan ini memang diciptakan seimbang dan berpasangan oleh ALLAH. Ada panas-dingin, pria-wanita, gelap-malam, n many many more. Nah seharusnya ketika menjadi siswa SMA (mungkin sekarang atau sudah berlalu), memang harus ada yang berhasil dan gagal juga. Masa’ tiap anak SMA harus berhasil?? Kan ada juga yang gagal, yang berarti keberhasilan yang tertunda. Dari 100% siswa SMA yang mengikuti UNAS, 90% lulus, 10% tidak lulus. Nah lo, masa pemerintah mau ngikut yang 10%. Lalu indikator pendidikan kita apa nantinya, kalo UNAS jadi dihapus. (maaf, saya dulu juga agak diuntungkan pas saya UNAS..hehe)
Mungkin ketika anda gagal, anda baru bisa berinstropeksi diri dan mengaca serta mengharap hanya kepada ALLAH saja tentang apa yang telah anda lakukan sebelumnya sampai bisa gagal. Dan mungkin juga ketika anda berhasil, anda malah akan bertingkah sombong, lupa diri, dan tak tahu arti hidup sebenarnya. Ada saran juga dari beliau bahwa selayaknya kita selalu mengevaluasi diri kita tentang apa yang telah kita lakukan setiap harinya, tiap malam sebelum kita tidur.
Ya, begitulah memang kita ini diciptakan sebagai makhluk yang dho’if.
Atau memang ada saran seperti ini saja, UNAS tetap diadakan, namun siswa SMA tidak diwajibkan untuk mengikutinya. Pasti hanya siswa siswi SMA saja yang “berani” mengikutinya. Dan akhirnya, mungkin nanti pemerintah bisa memberikan kebijakan ke perguruan2 tinggi negeri seluruh Indonesia untuk lebih memprioritaskan yang mengikuti UNAS saja tentang penerimaan mahasiswa barunya. In another hand, mungkin perusahaan perusahaan di Indonesia juga bisa lebih memprioritaskan calon karyawan-karyawannya yang mengikuti UNAS dengan mencantumkan syarat-syarat dalam seleksi penerimaan calon karyawan.
Biar nanti orang-orang yang ikut UNAS dan tidak ikut UNAS memang harus berbeda. Usul yang aneh tapi logis ya. Sekian, besok nyambung lagi.

(dibuat saat lagu Jenny-Monster Karaoke muncul :D )

Jasa Sketsa Lukis Wajah!!!

•November 2, 2009 • Leave a Comment

Silakan langsung menuju tkp disini :D

http://sketsawajah.kaskus.ws

[WTS] Jual Sepatu Futsal Big Size Gede 46

•October 14, 2009 • 1 Comment

Dijual sepatu futsal big size/ukuran gede 46. Langsung aja ke TKP ya :D disini…

http://sepatu-futsal.kaskus.ws

Can You Solve This Game???

•July 14, 2009 • 3 Comments

Kanin, Suaeb, Harot, dan Mano punya ide membeli terompet. Keempat orang tersebut, kecuali Mano patungan. Kanin, Suaeb, dan Harot masing-masing mengumpulkan Rp10.000,00. Jadi total yang dikumpulkan Rp30.000,00.
Disuruhlah si Mano untuk membeli terompet tersebut. Sampai di pasar ternyata harganya cuma Rp25.000, sisa Rp5.000,00. Sampai di rumah dikembalikanlahlah sisa Rp5.000,00 tersebut ke Kinan, Suaeb, dan Harot @ Rp1.000,00. Jadi uang di tempat Mano tinggal Rp2.000,00.
Berarti itu tadi kan sama aja dengan Rp10.000,00 x 3 orang = Rp.30.000,00. Lalu masing-masing dikembalikan Rp1.000,00 itu kan sama dengan Rp9.000,00 x 3 orang = Rp27.000,00. Padahal uang ditempat Mano tinggal Rp2.000,00.
Jadi uang yang sebenarnya Rp27.000,00+Rp2.000,00=Rp29.000,00. Padahal tadikan yang dikumpulkan Rp30.000,00.
Nah lo, yang Rp1.000,00 kemaneeeeeeee??? Can you solve this game???

Tilang di Sleman..

•July 3, 2009 • Leave a Comment

Huhuhuhu….
Maafkan aku teman-teman karena sudah lama tidak menulis. Ya harap maklum, kerjaan baru bikin waktu tersita lumayan banyak. Well gowal gawel, beberapa waktu yg lalu gw habis ketilang….na gw mo critain pengalaman yg satu ini.

Sore itu mo pulang kerumah habis kerja, gw dari arah barat. Menuju timur via per3an Janti gw nglewatin bangjo. Di TKP….e e e e, mgkin gr2 kena sinar matahari sore, mata gw kagak liat ato mungkin mata gw rabun kalo ternyata lampunya dah jd merah. Prriiiiitttttt….prit…prit….bunyi hujan diatas genting (salahhhh) bunyi whistle dari Pak Polisi (Pakpol) menyambar telinga.

Gw turun, tanpa babibu langsung nyamperin dulu Pakpol tsb, mo apa lu nyetop2 gw?? (g mungkin ya). Ya udah, kt mulai diskusi, ngomong dari atas ke bawah, dari barat ke timur, dari mata ke kaki, dari rambut ke xxxxxxxut (luuuuutut)-ngeres lu…intinya gw g bersalah. Ditawarin mo sidang pa bayar disini apa ke bank. Pilih ke bank donk gw!!!
Besok siangnya, pas kantor istirahat gw ke BRI Jalan Cik Di Tiro, trus bayar 15ribu doank. Alhamdulillah…

Besok siangnya lagi, gw ketemu Pak Avianto (Pakpol) tsb buat ambil STNK. Beres dah. So buat kamu yg ktilang jgn segan segan minta fom biru kalo mo bayar ke bank.

Eniwei, klo lo ketilang di daerah mana aja di Jogja, ente bisa bayar tilang di BRI Cik Di Tiro ini…kecuali kalo ketilang di daerah Bantul cm bisa bayar di BRI Bantul. G tau knapa kok bs gitu.

Ya bgitulah, besok ada cerita lagi ttg Bank BRI Cik Di Tiro, khususnya tellernya.

C u…IMG_7288IMG_7286

Kamu Termasuk Yang Mana???

•November 18, 2008 • 2 Comments

Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula).” (QS. An-Nuur : 26)